REMBANG (RIAUSKY.COM) - Lagi-lagi tindakan biadab dilakukan seseorang saat membuang bayi di sungai, targisnya lagi, bayi tersebut ditemukan tak berkepala.
Adalah warga Desa Siyar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/11) siang yang menemukan mayat bayi yang terdampar di tepian sungai.
Kondisi mayat bayi sendiri cukup mengenaskan. Ini lantaran tempurung kepala sudah lepas, wajah tidak berbentuk dan kedua tangan juga sudah lepas.
Dari penuturan Bidan Desa setempat, Ita Triwahyuning Tyas, mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 16.00. Kemudian Ita pun ke Kantor Kepala Desa dan bersama menuju ke Sungai Siyar.
Dikatakan bahwa kondisi mayat bayi laki-laki memang sudah meninggal, dengan tubuh putih pucat lebam dan beberapa bagian tubuh ada yang sudah hilang.
Ita mengatakan saat itu kondisi mayat bayi memang terlihat keluar dari kresek hitam.
“Jadi kemungkinan dibuang dari kresek hitam. Ini lantaran di kresek hitam ada beberapa bagian tubuh bayi. Tapi kemudian mayatnya keluar sebagian dari kresek yang terdampar di sungai,” ungkapnya.
Selain itu juga diperkirakan usia bayi masih muda sekitar 7 hari, ini lantaran tali pusar juga belum lepas. Bayi sendiri berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tubuh yang sudah pucat dan lebam.
Selain itu tempurung kepala juga terlepas, wajah juga sudah tidak berbentuk dan tangan kanan kiri juga terlepas.
Evakuasi sendiri dilakukan oleh Polsek Rembang sampai pukul 17.00 dan dibawa ke RSUD Bangil.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Yudha Riambodo saat dikonfirmasi membenarkan terkait penemuan mayat bayi. Namun saat ini kepolisian masih belum bisa menentukan dari mana asal mayat bayi tersebut.
“Karena sungai Siyar ini masuk jalur umum dan bisa dari mana saja, sehingga kita akan lakukan lidik,” jelasnya seperti dimuat Jawa Pos Radar Bromo.
Setelah dievakuasi, mayat bayi langsung dibawah ke RSUD Bangil untuk dilakukan otopsi. Dari otopsi tersebut nantinya akan diketahui terkait kepastian jenis kelamin sampai kapan diperkirakan lahir.
Terkait kondisi mayat bayi yang cukup mengenaskan sampai tempurung kepala lepas dan ada bagian tubuh yang tidak lepas. Tinton mengatakan ada kemungkinan tergigit atau tercabik binatang. (R02)